Sepetak Tanah untuk Yatim-Duafa

Atih Nurriany, wanita berusia 34 tahun ini sehari-harinya adalah ibu rumah tangga dan penjual sayuran. Teh Atih, begitu ia akrab disapa. Agar masyarakat di sekitar lingkungannya lebih berdaya, Atih membuat program pembinaan anak-anak yatim dan duafa di lingkungannya.

“Atih

(Atih bersama dua rekannya, Didi dan Tusri membina lebih dari 100 anak yatim dan duafa di tempat tinggalnya)


Setiap hari, Atih beserta tiga rekannya mengajari mengaji. Karena tidak ada lahan yang luas, maka kegiatan pembinaan kerap dilakukan di rumah Atih atau saung ronda dekat rumahnya.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Atih menuturkan, meski anak-anak harus berdesak-desakan, tapi semangat mereka tak pernah luntur.

“MasyaAllah, Teh.. Bahkan, kalau hujan juga mereka mah tetap datang buat mengaji,” ujar Atih sembari tersenyum.

“Karena


“Kalau

(Karena tak ada lahan yang memadai, maka rumah Atih dijadikan sebagai tempat pembinaan anak yatim-duafa)


Banyak binaan Atih yang saat ini sudah bersekolah di sekolah favorit. Bahkan, ada yang mewakili sekolahnya untuk olimpiade Sains. Dengan tersenyum bangga, Atih juga menceritakan salah satu anak didiknya yang kini sudah menjadi mahasiswa di kampus Ganesha, ITB.

“Alhamdulillah banyak yang sudah berhasil dan sukses. Salah satunya ada anak penjual soto yang sekarang sudah jadi asisten dosen di ITB,” papar Atih.

Selain mengaji, anak-anak ini juga latihan berkuda, dan melakukan kunjungan ke museum untuk menambah wawasan.

“selain

(Selain mengaji, anak-anak juga diajari berkuda)


Lebih dari itu, tak hanya anak-anak, orangtua mereka pun memperoleh pembinaan berupa pengajian rutin, pelatihan keterampilan, dan parenting. Kegiatan ini juga dilakukan di rumah Atih. Meskipun dengan tempat yang seadanya, semangat ibu-ibu untuk belajar tidak pernah surut. Sekitar 60-70 orang yang biasa hadir dalam pembinaan orang tua ini.

“Ladang dakwah di sini teh banyak. Warga juga banyak yang mau belajar. Tapi, fasilitas dan tempatnya yang belum memadai,” ujar Atih.

“Ibu-ibu

(Ibu-ibu di sekitar lingkungan Atih pun diberikan pembinaan seperti pengajian rutin, diskusi parenting, dan keterampilan)


Persis di sebelah rumah Atih, terdapat lahan kosong seluas 4,5 tumbak (± 70 meter2). Atih dan rekan-rekannya ingin membebaskan lahan tersebut dan dibangun tempat pembinaan anak-anak yatim - dhuafa serta ibu-ibu di lingkungan tempat tinggal Atih.

“Lahan

(Lahan yang akan dijadikan sebagai tempat pembinaan yatim-duafa)


Mari kita bantu Atih dan warga di lingkungannya untuk memperoleh tempat pembinaan yang lebih layak.


Insan Bumi Mandiri

Jl. Subang no.59 Bandung

SMS/ WA 0812 214 5114

Telp (022) 205 251 84    

Comments

Atih, seorang pedagang sayuran, membina 100 lebih anak yatim-duafa. Sayang, rumahnya kini tak sanggup lagi menampung mereka.

Admin

$0.00 terkumpul dari $18,000.00 Target

0%
  • -323 Hari lagi
  • 0 Donatur