Arini, Perempuan Bermental Baja.

Arini Novalianda, akrab dipanggil Arini. Mahasiswa semester 6, Ilmu Ekonomi, Universitas Padjadjaran. Pada awal tahun 2016, Ia merasakan demam yang sangat tinggi, bahkan pembuluh darah mata kiri nya pecah. Ketika ia periksakan ke dokter, diketahui bahwa tensi nya tinggi, mencapai angka 150. Tetapi Ia tetap menganggap dirinya tidak apa-apa bahkan masih kuliah, menjadi Teaching Assistant, dan menjadi kepala divisi di organisasi sosial. Hingga akhirnya, pada akhir tahun, penyakit itu semakin menjadi-jadi, tensinya mencapai angka 180-200.

Dengan berat hati, ia memeriksakan kembali ke dokter dan ia divonis terserang penyakit hipertensi primer, jantung kororer, dan Takayasu.

Takayasu adalah penyakit langka yang merusak aorta – arteri besar yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh – dan cabang utama aorta.

Sejak saat itu, ia mulai mengonsumsi obat-obatan yang membuatnya sangat ketergantungan. Jika ia lepas dari obat ini, rasanya seperti mau mati. Ia harus kontrol tiap minggu, cuci darah, bolak-balik rumah sakit sehingga kuliahnya pun mulai ditinggalkan, bahkan sampai sebulan penuh.

Ia selalu bilang, ingin rasanya kembali ke kampus, belajar semua mata kuliah, ketemu temen-temen tiap hari, dan ngajar lagi. Ya, saya masih memanggilnya, Perempuan Bermental Baja.

Perempuan ini sudah gila, pikirku. Udah tau sakit, tapi masih aja ikut organisasi, kepanitiaan, belajar, bahkan jadi pengajar! But, she was there, doing her job and living life to the fullest. Ia tetap mengerjakan tugas kuliahnya yang menumpuk meskipun sesekali berhenti sejenak karena kepalanya serasa mau pecah. Ia tetap menyempatkan diri datang ke acara organisasi hanya untuk bertemu dengan adik-adik asuhnya yang selalu mempertanyakan dirinya ketika Ia tidak hadir.

“88237f0e11f4432c9bfaaf5cc9a1cd7d1a4c8651”

Arini adalah perempuan terkuat yang pernah saya kenal. Ia adalah mahasiswa bidik misi yang harus mengajar les privat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membeli obat-obatnya.

Meskipun dengan segala keterbatasan, ia terus berprestasi. Menjadi delegasi FEB Unpad di Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia (FMEI), Staff Kajian Aksi Strategis BEM FEB Unpad, Kepala Divisi Edukasi Peduli Anak Bangsa, dan kemampuan akademiknya pun jauh di atas rata-rata.

“2349ca6f2563faab5eb6a112be26a61f11d4da2f”

Melihat kegigihan dan mental baja Arini, sudah waktunya saya dan teman-teman semua untuk ikut bergerak membantu Arini sehat kembali agar dapat melanjutkan aktivitas akademiknya.

Ayo Bantu Arini melalui Kitabisa.com dan media sosial Anda dengan target pengumpulan dana sebesar Rp. 17.400.000 untuk membantu ia sehat kembali! Berikut transparansi dana yang dibutuhkan:

“ee6b2ad5b5b36bb01af2fa3d79b43f821d81a343”

Cara donasi:

1. Klik tombol merah ” Beri Donasi”

2. Isi data diri dan pilih cara pembayaran.

3. Transfer ke nomor rekening yang muncul dan bantu sebarkan melalui social media anda

Saya percaya bahwa Arini hanya sedang “ditempa” untuk akhirnya menjadi lebih baik lagi. Semangat Arini!


Sena Farid Sudarsono

[email protected]

081214700162

Comments

Arini, perempuan bermental baja yang sedang mengidap penyakit Takayasu, sebuah penyakit langka yang menyerang sistem kerja jantung.

Admin

$0.00 terkumpul dari $15,000.00 Target

0%
  • -323 Hari lagi
  • 0 Donatur