Renovasi Sekolah di Perbatasan

Nyanyian Merah Putih di Sungkung

Kalimat di atas bukan sekedar judul tentang lagu, namun menggambarkan kepiluan kondisi anak bangsa yang berada di pulau terluar sana. Masih di Indonesia. Berawal dari foto yang beredar di sosial media. Hati kami yang mungkin terlatih untuk mudah mendapat inspirasi kebaikan dan kemudian bergerak menjadi tindakan nyata. Maka 5 kata di awal tadi menjadi pembuka setelah perwakilan dari kami, bisa bercengkrama dengan 4 anak di foto dan teman-teman mereka yang lain.

“e0e047af7bc4ac9e1a41039722ea4a333b2ff3ca”

Akhirnya kami mengerti kenapa Merah Putih mereka lusuh.

Akhirnya kami mengerti bila anak-anak di Desa Sungkung II, Kec. Siding, Bengkayang, Kalimantan Barat ini sumbang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Mereka bahkan punya dua mata uang, rupiah dan ringgit. Jangan heran bila anak sekolah membeli makanan di kantin gunakan ringgit. Mereka yang tidak sekolah bahkan lebih kenal ringgit dari pada rupiah. Karena mereka ada di perbatasan, jalan kaki beberapa jam saja sudah bisa masuk Serawak, Malaysia.

Tak heran jika banyak anak putus sekolah, karena mereka merasa tidak punya masa depan. Lulus SD dan lulus SMA sama-sama pada akhirnya kerja di ladang. Dan mereka lebih memilih kerja di ladang milik toke-toke Malaysia karena bayarannya lebih besar.

“c4ef3aafe4a43d0697790cac94ad031dd1628c45”

Tetapi, kami menyaksikan anak-anak Sungkung masih punya semangat belajar tinggi. Meski lusuh dan sobek seragam mereka, meski hanya kantong plastik sebagai tas mereka dan tanpa alas kaki. Meski keseharian aktifitas warga tanpa listrik sama sekali.

“6bffc3743259d43b033efc122568b54af20bc19c”

Kami susah mendapat sinyal, sinyal ada ketika kami baru turun dari Sungkung, perjalanan yang sangat jauh, ekstrim dan melelahkan. Wajar saja bila ojek minta harga 450 ribu/motor untuk mengantar kami sampai Sungkung dari Entikong. Enam jam perjalanan naik turun gunung...

Ini mungkin baru bantuan tahap awal. Berupa seragam, alat tulis, tas, sepatu, untuk 130 siswa di SDN 04 Sungkung II, dan masih ada 3 SD lain yang serupa, juga bangunan SMP yang sangat parah.

“ddd800bc883c3f0ed6662796af8db64e7181f068”

Secara simbolis bantuan diberikan kepada Thomas, Jembo, Frans dan Dodo. Empat anak yang memang jadi viral setelah diunggah oleh Anggit Purwoto di akun instagram nya. Berkat Anggit dan beberapa relawan guru dari SM3T, Rahmat, Arif, Nuri dan Delia, bantuan ini juga bisa terkoordinasi hingga sampai ke Sungkung.

Saat ini, sebenarnya yang paling penting dibutuhkan warga Sungkung dan desa lainnya adalah kemudahan transportasi (akses menuju Sungkung) juga listrik (penerangan).

Disana, bisa dibangun PLTMH, pembangkit listrik tenaga mikro hydro, karena banyak sungai disana. Akses jalan akan memudahkan para guru lebih aktif mengajar, juga membantu perekonomian. Bayangkan saja, saat ini untuk mengantar barang apapun warga harus membayar 400ribu untuk satu ojek.

“40486198f4274eb82463de0455b72124801a4633”

Penerangan listrik, tentu saja akan membantu seluruh aktifitas warga, termasuk proses belajar mengajar di sekolah dan lain sebagainya

Tentu kami akan kembali lagi, untuk Sungkung, Bengkayang, untuk Merah Putih. Agar tak sumbang lagi nada nyanyian lagu kebangsaan mereka.

Tentang SMP

Nih satu-satunya SMP di Sungkung...

Tahu harga semen per sak disini? Rp 400.000,- per sak. Mungkin itu pula yang menyebabkan kualitas bangunan rendah, semennya sedikit...

Oya, ada 190 siswa di SMP ini. Dan ini satu-satunya SMP yang menampung lulusan dari 4 SD dari beberapa desa. Desa terjauh, Desa Sinoleng, siswa harus berjalan kaki 2 jam melewati bukit dan hutan untuk tiba di sekolah.

Kembali lagi

Ya, Sekolah Relawan berencana akan kembali lagi untuk memberikan bantuan yang lebih besar untuk anak-anak di sana. Berharap bukan hanya bantuan peralatan sekolah yang akan di bawa. Namun juga membawa harapan baru karena bisa merenovasi bangunan sekolah tempat mereka belajar.

Saat ini baru menargetkan donasi akan terkumpul sebanyak 1 M dimana nantinya dana tersebut akan digunakan untuk membangun kembali sekolah SMP di sana.


Salam

www.sekolahrelawan.com

Comments

Kondisi gedung sekolah di ujung negeri, mari bantu mereka menjadi generasi mandiri dengan menghadirkan tempat belajar yang nyaman.

Admin

$0.00 terkumpul dari $16,000.00 Target

0%
  • -351 Hari lagi
  • 0 Donatur